Pemprov Sumut Dukung Gerakan Pesantren Bebas TB, 74.304 Kasus Jadi Target Penemuan pada 2026

DomaiNesia

DELISERDANG, Opung News – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Pemerintah Pusat meluncurkan Gerakan Nasional Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Nasional Tahun 2026.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan TB, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Pusat yang memilih Kabupaten Deliserdang sebagai lokasi peluncuran gerakan nasional tersebut. Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Desa Tumpatan, Kecamatan Batangkuis, Rabu (4/11/2026).

Surya menegaskan, kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Karena itu, pesantren diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencegah penyebaran TB melalui edukasi, deteksi dini, serta penerapan pola hidup sehat.

Ia juga menekankan bahwa pesantren bukan penyebab penularan TB. Sebaliknya, lingkungan pesantren justru memiliki peran penting dalam membantu memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.

Menurutnya, masyarakat juga harus menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita TB agar mereka tidak takut menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat. Sumatera Utara termasuk provinsi dengan beban TB terbesar keempat di Indonesia. Terdapat estimasi 74.304 kasus yang harus ditemukan pada tahun 2026 dengan target penemuan 90%.

Hingga 30 Oktober 2026, kasus yang berhasil ditemukan sebanyak 43.976 kasus atau 59,2%,” ujar Surya.

Peluncuran gerakan nasional tersebut dihadiri tiga wakil menteri Kabinet Merah Putih, yakni Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo Muhammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus.

Wamenag RI Romo Muhammad Syafii mengatakan, kegiatan di Deliserdang tersebut juga disaksikan secara daring oleh seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag), Kantor Kemenag kabupaten/kota, serta pondok pesantren di seluruh Indonesia.

“Meskipun dilaksanakan di Deliserdang, ini adalah wajah Indonesia. Pesantren dengan 11 juta santri dan 1,7 juta kiai merupakan pilar penting bangsa,” kata Romo Syafii.

Ia menjelaskan, kolaborasi lintas kementerian tersebut merupakan bentuk nyata penerapan Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan menjaga keturunan (hifzh an-nasl).

Setelah diluncurkan di Sumatera Utara, rangkaian program Pesantren Bebas TB dan Cek Kesehatan Gratis akan dilanjutkan ke Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga DKI Jakarta.

Sementara itu, Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua negara dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia setelah India.

Kondisi tersebut mendorong Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus untuk memperkuat penanganan TB secara intensif.

“Hingga saat ini, lebih dari 114 juta warga Indonesia telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui pencanangan Pesantren Bebas TB ini, pemerintah ingin memastikan warga pesantren terbebas dari penularan serta mendorong para santri menjadi Duta Kesehatan,” ujarnya.

Selain penanganan TB, Benjamin juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam pemerataan fasilitas kesehatan nasional. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp120 triliun untuk merehabilitasi 441 rumah sakit daerah serta memperbarui 1.988 puskesmas di seluruh Indonesia mulai tahun depan.

Pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam, Busron Sudarmanto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan menjadikan pesantrennya sebagai lokasi peluncuran program nasional tersebut.

“Ini merupakan berkah luar biasa bagi kami. Santri dan pengajar membutuhkan kondisi fisik yang prima untuk menjalankan tugas belajar dan mengajar. Kami sangat berterima kasih atas perhatian nyata dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Sumut,” tutur Busron.( Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *