Sosok  

GAGAL MASUK AKMIL, KOLONEL LAUT TOTOK SUMARSONO JUSTRU TEMBUS SESKOAL DAN MASUK 10 BESAR LULUSAN TERBAIK

Oleh : Suardi, SH

DomaiNesia

Jalan pengabdian Kolonel Laut (H) Totok Sumarsono, S.H., M.H., M.Tr.Hanla, di TNI Angkatan Laut tidak bermula dari jalan yang mudah. Ia pernah gagal masuk Akademi Militer (Akmil). Namun, kegagalan tersebut tidak membuat langkah putra Probolinggo itu berhenti.

Justru dari jalur Sekolah Perwira (Sepa), Totok membangun perjalanan panjangnya sebagai prajurit TNI Angkatan Laut sejak 1998.

Puluhan tahun kemudian, ia membuktikan bahwa latar belakang awal bukanlah batas untuk mencapai prestasi. Totok berhasil menembus pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) dan bahkan mampu masuk 10 besar lulusan terbaik Seskoal tahun 2014.

Pencapaian tersebut tentu bukan sesuatu yang datang begitu saja. Pendidikan Seskoal merupakan salah satu jenjang penting dalam pembentukan perwira TNI AL untuk menghadapi tugas dan tanggung jawab yang semakin strategis.

Bagi Totok, keberhasilan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya.

Bukan Lulusan Akademi, Tetapi Mampu Bersaing

Ada hal menarik dari perjalanan pendidikan Totok.

Ia bukan berasal dari Akademi Angkatan Laut (AAL), melainkan dari jalur Sekolah Perwira.

Dengan latar belakang tersebut, keberhasilannya menembus Seskoal menjadi catatan tersendiri. Terlebih, ia tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan, tetapi mampu bersaing dan masuk dalam jajaran 10 besar lulusan terbaik.

Prestasi itu memperlihatkan bahwa kemampuan seorang perwira tidak semata-mata ditentukan oleh sumber pendidikan awal.

Kerja keras, kemauan belajar, pengalaman penugasan, kemampuan beradaptasi, serta konsistensi dalam menjalankan tugas menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang prajurit.

Dari Probolinggo Menapaki Karier Panjang

Lahir dan tumbuh dari Probolinggo, Totok mengawali pengabdiannya di TNI AL pada 1998.

Sejak saat itu, perjalanan kariernya diisi dengan berbagai penugasan dan pendidikan. Ia terus mengembangkan kemampuan, termasuk di bidang hukum.

Gelar akademik S.H., M.H., dan M.Tr.Hanla menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensinya.

Pengalaman sebagai prajurit TNI AL dan penguasaan bidang hukum kemudian mempertemukan Totok dengan babak baru dalam perjalanan pengabdiannya, yakni penugasan di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Empat Tahun di Kejaksaan Agung

Pada 2022, Totok mulai menjalankan penugasan di lingkungan Kejaksaan.

Sekitar 10 bulan kemudian, ia dipercaya menjadi Asisten Pidana Militer (Aspidmil) pertama pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan penting dalam penguatan bidang pidana militer di lingkungan Kejaksaan.

Kariernya kemudian berlanjut. Pada 2023, Totok mendapat promosi dan dipercaya menduduki jabatan Kepala Subdirektorat Koordinasi Eksekusi, Upaya Hukum Luar Biasa, dan Eksaminasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil) Kejaksaan Agung RI.

Jabatan tersebut diembannya hingga awal 2026.

Selama kurang lebih empat tahun menjalankan penugasan di Kejaksaan Agung RI, Totok mendapat pengalaman yang semakin memperkaya perjalanan profesionalnya, terutama dalam bidang hukum dan penegakan hukum pidana militer.

Kembali Mengemban Tugas Strategis di Lingkungan TNI

Memasuki babak berikutnya dalam perjalanan pengabdiannya, Totok kembali menjalankan tugas di lingkungan TNI.

Kini, Kolonel Laut (H) Totok Sumarsono dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Dukungan Hukum pada Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) dan HAM TNI.

Penugasan tersebut sekaligus menjadi titik temu antara pengalaman panjangnya sebagai perwira TNI AL dengan kompetensi dan pengalaman yang diperolehnya selama bertugas di bidang hukum.

Dengan pengalaman lintas institusi tersebut, Totok memiliki perjalanan yang cukup lengkap: berangkat sebagai prajurit TNI AL, menempuh pendidikan dan pengembangan karier, kemudian mendapat kepercayaan menjalankan tugas di lingkungan Kejaksaan Agung sebelum kembali mengemban tanggung jawab di institusi TNI.
[6/10, 20.40] SUARDI SH: Kegagalan yang Menjadi Jalan Menuju Keberhasilan

Kisah Kolonel Totok Sumarsono memberikan satu pelajaran sederhana: gagal bukan berarti selesai.

Kegagalan masuk Akmil pada awal perjalanan tidak membuatnya berhenti mengejar cita-cita sebagai prajurit.

Ia memilih jalan lain.

Dari Sekolah Perwira, ia meniti karier, menjalani berbagai penugasan, meningkatkan pendidikan, hingga akhirnya berhasil masuk Seskoal dan meraih posisi 10 besar lulusan terbaik.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu ditentukan dari mana seseorang memulai, tetapi bagaimana ia menjalani setiap proses.

Dari Probolinggo, Totok menapaki perjalanan pengabdian sejak 1998. Dari jalur Sekolah Perwira, ia kemudian dipercaya mengemban tugas-tugas strategis di TNI AL dan Kejaksaan Agung RI.

Kini, pengalaman panjang tersebut menjadi bekal dalam menjalankan tugas di bidang dukungan hukum pada Babinkum dan HAM TNI.

Sebuah perjalanan panjang yang berawal dari kegagalan, tetapi justru berujung pada berbagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan.

Karena terkadang, pintu yang tertutup bukanlah akhir perjalanan. Justru dari sanalah seseorang menemukan jalan lain menuju keberhasilan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *