Sosok  

SYUKUR NIKMAT DI USIA 72 TAHUN MENENGOK KEMBALI SUKA DUKA MENJADI WARTAWAN

Oleh: Suardi, SH (Bag. Ke-3).

Suardi, SH.
DomaiNesia

Namun, meskipun sudah diberikan kepada orang-orang yang berpengalaman, akhirnya koran tersebut tetap tutup.

Pengusaha sawit yang meneruskannya harus terus mengeluarkan modal.

Begitulah kehidupan sebuah media.

Ada saatnya berdiri.

Ada saatnya berkembang.

Ada saatnya berjaya.

Dan ada pula saatnya harus berhenti.

Kini Saya Berusia 72 Tahun

Hari ini, ketika saya menulis semua ini, saya sadar bahwa waktu tidak pernah bisa diputar kembali.

Teman-teman yang dahulu duduk bersama di ruang redaksi, sebagian besar telah pergi.

Pejabat yang dahulu sering saya temui, banyak yang sudah tiada.

Rekan-rekan yang dahulu bersama-sama mengejar berita, kini tinggal nama dalam kenangan.

Dulu kami mengejar berita.

Sekarang berita tentang kepergian mereka yang sering saya dengar.

Itulah hidup.

Ada pertemuan.

Ada perpisahan.

Ada kelahiran.

Ada kematian.

Dan semuanya berjalan sesuai kehendak Allah SWT.

Terima Kasih, Ya Allah

Di usia 72 tahun ini, saya tidak ingin terlalu banyak menghitung apa yang telah saya dapatkan.

Saya justru ingin menghitung berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada saya.

Saya pernah melihat banyak tempat.

Saya pernah bertemu banyak orang.

Saya pernah mengenal pejabat, tokoh masyarakat, pengusaha, aparat, wartawan dan berbagai lapisan masyarakat.

Saya pernah naik pesawat.

Saya pernah menembus banjir.

Saya pernah bekerja siang dan malam.

Saya pernah merasakan tekanan.

Saya pernah merasakan kebahagiaan ketika tulisan saya mendapat perhatian.

Dan saya pernah kehilangan banyak sahabat.

Semua itu adalah bagian dari kehidupan.

Semua itu adalah pelajaran.

Semua itu adalah nikmat.

Maka pada usia 72 tahun ini, saya hanya ingin mengucapkan:

Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

Ya Allah, terima kasih telah memberikan saya umur panjang.

Terima kasih telah mempertemukan saya dengan begitu banyak orang baik dalam perjalanan hidup ini.

Terima kasih telah memberikan saya kesempatan menjadi wartawan.

Terima kasih untuk setiap suka dan duka.

Untuk setiap perjalanan.

Untuk setiap berita.

Untuk setiap sahabat.

Untuk setiap pengalaman.

Dan untuk setiap ujian yang pernah saya lalui.

Jika masih ada umur yang Engkau titipkan, semoga sisa perjalanan ini dapat saya gunakan untuk memperbanyak syukur, mempererat silaturahmi, memohon ampun atas segala kekurangan dan terus melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain.

Karena akhirnya saya memahami satu hal:

Menjadi wartawan mungkin telah membuat saya mengenal banyak dunia.

Tetapi perjalanan usia telah mengajarkan saya bahwa dunia ini hanyalah tempat kita singgah.

Yang akan kita bawa bukanlah jabatan.

Bukan kartu pers.

Bukan nama besar.

Bukan pula banyaknya orang yang mengenal kita.

Tetapi amal, kebaikan, persahabatan dan doa orang-orang yang pernah kita bantu.

Hari ini saya berusia 72 tahun.

Saya tidak meminta apa-apa selain kesehatan, keberkahan umur, ketenangan hati dan kesempatan untuk terus bersyukur.

Kepada sahabat-sahabat yang masih diberikan umur panjang, mari kita terus jaga silaturahmi.

Dan kepada sahabat-sahabat yang telah lebih dahulu pergi, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima seluruh amal ibadahnya dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selamat datang usia 72 tahun.

Bukan untuk berbangga karena semakin tua.

Tetapi untuk semakin sadar bahwa waktu yang tersisa semakin sedikit.

Alhamdulillah atas masa lalu.
Alhamdulillah atas hari ini.
Dan insya Allah, semoga Allah memberikan keberkahan untuk hari-hari yang akan datang.( Habis)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *