Karo — Opung News : Untuk mengetahui secara jelas peristiwa pembakaran rumah wartawan Tribrata di Karo, Sempurna Pasaribu dilaksanakan rekonstruksi ( peragaan ulang) oleh Polres Karo, Jumat (19/7/2024)
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi di lokasi rumah Sempurna Pasaribu, Jumat (19/7/2024) malam mengatakan dalam rekon tersebut ada 57 adegan yang diperagakan
“Proses rekonstruksi langsung di tempat kejadian perkara, dengan melibatkan ketiga tersangka dengan memperagakan 57 adegan yang kesemuanya diperankan oleh para tersangka,” katanya
Hadi menyebut ada enam lokasi rekonstruksi itu. Enam tempat itu, di antaranya warung di Jalan Kapten Bom Ginting, warung minyak eceran, sapo, rumah korban serta di terminal. Selain ketiga tersangka, ada 15 saksi yang juga dihadirkan dalam rekonstruksi itu.
“Ada enam TKP, ada pemeran pengganti serta lebih dari 15 saksi yang diundang,” sebutnya.
Mantan Kapolres Biak Papua itu menyebut rekonstruksi digelar sejak sore hingga malam. Rekonstruksi ini, jelas Hadi, merupakan metode agar penyidik bisa menggambarkan langsung peristiwa pidana itu.
“Jadi, rekonstruksi hari ini merupakan salah satu teknik dalam metode pemeriksaan yang dilaksanakan oleh penyidik dalam proses penyidikan tindak pidana dengan jalan memperagakan kembali cara para tersangka melakukan tindak pidana atau pengetahuan saksi.
Tujuannya agar penyidik mendapatkan gambaran secara jelas tentang terjadinya tindak pidana yang terjadi dan untuk menguji kesesuaian keterangan saksi,” pungkasnya.
Diketahui, peristiwa pembakaran rumah Sempurna Pasaribu terjadi pada 27 Juni 2024 pada dini hari. Rumah di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, diduga dibakar oleh dua eksekutor.
Kejadian ini menyebabkan Sempurna beserta tiga anggota keluarganya, Elparida Boru Ginting (istri), SI (anak) dan LS (cucu) meninggal dunia
Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu. Mereka adalah dua eksekutor; Yunus Syahputra Tarigan alias Selawang dan Rudi Apri Sembiring, serta Bebas Ginting alias Bulang, orang yang menyuruh Yunus dan Apri membakar rumah Rico Sempurna.
Investigasi Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatra Utara menunjukkan Sempurna sempat menulis berita tentang aktivitas perjudian di daerah Karo yang melibatkan oknum prajurit TNI berinisial HB sebelum peristiwa tersebut.
Selain itu, KKJ juga menyatakan terdapat percakapan yang menunjukkan Sempurna Pasaribu sempat bertemu dengan HB yang kemudian meminta berita itu diturunkan. Sempurna juga disebut sempat meminta perlindungan ke Satreskrim Polres Tanah Karo.
Tim kuasa hukum menyatakan telah menyerahkan bukti digital kepada Puspom TNI AD dalam laporan tersebut.Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatra Utara mendesak Polda Sumatra Utara mengungkap motif di balik pembakaran ini. Apalagi, hasil investigasi KKJ menunjukkan, ada rentetan panjang sebelum pembakaran ini terjadi.
KKJ mendesak polisi mengungkap motif pembakaran itu, Koordinator KKJ Sumut Array A Argus mengatakan, pengungkapan motif ini menjadi titik penting dari pengungkapan kasus.( Dtksmt)






