OPINI  

Listrik Kembali Menyala, Tapi Pemulihan Sumut Pasca Banjir Belum Selesai

Vista Zahratul
DomaiNesia

Banjir yang melanda Sumatera Utara pada penghujung November 2025 menyisakan duka dan tantangan besar bagi warga. Hujan deras yang mengguyur wilayah ini membuat sungai meluap, merendam rumah, jalan, dan fasilitas publik. Ribuan warga terpaksa mengungsi, membawa serta harta benda seadanya untuk menyelamatkan diri.

Kini, listrik yang sempat padam akibat bencana telah kembali menyala di hampir seluruh wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Sorkam di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang menjadi wilayah terakhir yang tersambung pada Minggu, 7 Desember 2025.

Kembalinya listrik menjadi tanda awal pemulihan, meski kondisi warga pasca banjir masih memerlukan perhatian serius.

Dampak banjir terhadap kehidupan warga sangat besar. Banyak rumah rusak parah, sebagian bahkan mengalami kerusakan struktural akibat derasnya arus air. Jalan-jalan utama dan akses transportasi terputus, menghambat bantuan dan mobilitas warga.

Fasilitas publik seperti sekolah, posyandu, dan pasar banyak yang hancur atau terendam, memperlambat aktivitas warga yang sudah terdampak secara psikologis dan ekonomi.

Warga harus menghadapi kenyataan pahit membersihkan rumah yang rusak parah dan mengganti barang-barang yang hilang akibat terendam banjir.

Pemulihan listrik menjadi salah satu prioritas utama. Petugas PLN harus bekerja di medan yang sulit, dengan risiko keselamatan tinggi, untuk memastikan aliran listrik kembali normal. Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, mengapresiasi seluruh petugas PLN atas dedikasi mereka.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas PLN yang terjun langsung ke lapangan, membantu mempercepat proses pemulihan jaringan listrik hingga saat ini. Listrik tentunya sangat membantu agar aktivitas warga tidak terhambat dan pembersihan rumah dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Bobby.

Meski listrik sudah kembali menyala, pekerjaan pemulihan masih jauh dari selesai. Lampu yang kembali menyala hanyalah simbol awal; warga masih menghadapi tantangan nyata dalam kehidupan sehari-hari pasca banjir.

Tata ruang yang belum optimal dan minimnya ruang terbuka hijau membuat risiko banjir berulang tetap tinggi. Aktivitas ekonomi juga belum sepenuhnya pulih; usaha kecil banyak yang terhenti, dan warga harus bekerja ekstra untuk memulihkan rumah dan harta benda mereka.

Banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana. Infrastruktur yang lebih kuat dan upaya mitigasi jangka panjang menjadi kebutuhan mendesak agar Sumut tidak lagi menghadapi kerusakan serupa di masa depan.

Pemulihan listrik memang menjadi prestasi teknis, tetapi keseluruhan kehidupan warga harus dipulihkan agar benar-benar aman dan nyaman.

Listrik mulai menyala kembali di wilayah terdampak banjir Sumut, menjadi tanda awal pemulihan. Namun, pekerjaan sesungguhnya bagi warga pasca banjir masih panjang.

Infrastruktur, ekonomi, dan kesiapsiagaan bencana harus diperkuat agar risiko bencana serupa dapat diminimalkan. Pemulihan listrik memang menjadi bagian penting dari proses pemulihan pasca banjir, tetapi keseluruhan kehidupan warga masih harus dipulihkan agar benar-benar aman dan nyaman.(***)

Penulis: Vista Zahratul Amaliyyah, Mahasiswi Universitas Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *