Medan – Opung News : Tembakau merupakan sebuah komoditas yang penting, tembakau dari dulu hingga sekarang masih eksis di pasar. Tembakau memiliki sejarah yang panjang dan melekat menjadi budaya masyarakat Indonesia. Komunitas Medan Linting Bersama Komunitas Pecinta Tembakau Nusantara Indonesia menggelar diskusi seputar tembakau yang dilakukan secara daring melalui google meet pada Jum’at (14/04/2023).
Kegiatan ini dibuka oleh Hendri Matondang selaku Ketua Komunitas Medan Linting yang mengapreasiasi adanya kegiatan semacam ini.
“Kegiatan ini sangat bagus, bisa memberikan insight baru kepada masyarakat mengenai tembakau.”
Diskusi ini mengangkat topik seperti sejarah tembakau, karakteristik dan kualitas tembakau, pengenalan tembakau gayo. Disukusi ini di hadiri oleh banyak kalangan baik masyarakat umum, pegiat tembakau,petani dan pelaku usaha.

Bahrul P. Bastian (Pengurus KPTNI) salah seorang pemateri dalam kegiatan diskusi ini mengatakan perlu upaya yang masif dalam edukasi tembakau.
“Teman-teman baik dari pegiat tembakau atau komunitas bisa memanfaatkan media sosial pribadinya untuk mengkampanyekan dan mengedukasi tentang tembakau secara luas, yang mana selama ini tembakau banyak di propagandakan negatif oleh beberapa kalangan atau kelompok.”
Dalam diskusi ini diangkat juga pengenalan mengenai tembakau gayo. Mulya yang merupakan petani tembakau gayo di Takengon mengatakan bahwa tembakau gayo itu unik dibanding tembakau yang lain.
“Gayo itu punya ciri khas tersendiri dengan warnanya yang hijau dan aromanya yang khas yang dianggap mirip ganja.”





