Medan — Opung News : Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) membeberkan penyebab ratusan siswa di Sidikalang, Kabupaten Dairi diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin dan Selasa 9-10 Februari 2026 lalu.
Hasil uji sampel pada MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan ratusan siswa ditemukan adanya mikrobiologi.
“Terkait hasil sampel MBG yang telah diperoleh, ditemukan adanya mikrobiologi. Hal itu berdasarkan Surat Laboratorium Kesehatan Daerah yang melakukan pemeriksaan mikrobiologi,” kata Kepala Dinkes Sumut M Faisal Hasrimy melalui Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal Lubis kepada wartawan, pada Senin 23 Februari 2026.
Dikatakan Hamid Rijal Lubis, mikrobiologi tersebut ditemukan pada kedua sampel MBG yang berasal dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang.
“Jadi hasil (laboratorium) ini sudah kita sampaikan bahwa memang ada beberapa temuan dari menu (MBG) yang diuji dan detailnya pun sudah kita sampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi,” ujarnya.
Hamid mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Sumut telah meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi untuk menelaah atau dilakukan langkah-langkah lebih lanjut berdasarkan hasil temuan itu.
“Kita harapkan untuk mengambil langkah lebih lanjut, termasuk berkoordinasi dengan pengelola SPPG, Badan Gizi Nasional, Sekolah, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait lainnya,” tuturnya.
Koordinasi itu didorong agar nanti melakukan advokasi terkait dengan hasil laboratorium yang sudah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi kepada seluruh lintas sektor.
Untuk diketahui, sebelumnya ada 280 pelajar dari 2 sekolah yang mendapatkan menu MBG yang dikonsumsi siswa-siswi SMK Swasta HKBP Sidikalang yaitu nasi, ayam gulai, tahu goreng, pisang, timun, selada. Jumlah total ada 170 siswa keracunan.
Sedangkan menu MBG untuk siswa-siswi SMK Arina Sidikalang yakni nasi, ikan goreng, sayur toge, tempe goreng, buah salak dan jumlah total ada 110 siswa keracunan. (Red)






