Medan — OPUNG NEWS: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggarap 3 mega proyek dengan menggunakan anggaran pendapatan daerah (APBD) tahun 2022-2024 senilai Rp 2,7 triliun dan ditargetkan selesai akhir 2023.
Tiga megaproyek itu yakni pengerjaan jalan rusak di sepanjang 450 km, jembatan, dan pembangunan drainase.
Proyek fantastis ini sudah diancang semenjak tahun 2021 yang lalu dan dilaksanakan pada tahun 2022.
Adapun untuk megaproyek perbaikan jalan tersebut jika diukur dalam persen hanya 81% saja dari total 100% jalan yang butuh perbaikan.
Dengan demikian, masih ada sisa 130 km dari total 580 km jalan rusak di Provinsi Sumut.
Untuk diketahui dari 450 km jalanan yang diperbaiki, 250km jalanan yang masih tanah. Sedangkan 200km jalanan rusak.
Kendati demikian, selain memperbaiki jalan, proyek ini juga membangun jembatan serta membuat drainase di aepanjang jalanan.
Jalan dan jembatan yang dibangun tersebar di 33 kota/kabupaten kecuali Labusel.Labusel tidak dimasukkan karena daerah tersebut tidak memiliki jalan berstatus provinsi.
Untuk pembangunan jalan pemerintah lebih fokus pada pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi jalan strategis untuk ke kawasan pariwisata.
Dengan detail pembangunan jalan sepanjang 45 0km, pembangunan drainase sepanjang 71 km dan pembangunan jembatan di 20 titik yang mana dalam pembangunan jembatan ini memakai material rangka baja, beton dan juga box culvert.
Paket megaproyek ini melakukan sistem pembayaran multiyears yang mana pembayaran dilakukan selama 3 tahun dari APBD dari tahun 2022 sebesar Rp500 miliar, 2023 Rp1,5 triliun dan 2024 senilai Rp700 miliar.
Eks Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta kontraktor proyek fantastis ini untuk mengejar target pembangunan yang seharusnya selesai di akhir tahun ini tanpa mengabaikan mutu pembangunan.
Hal itu dikarenakan, jalan dan jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.( HH)





