Mahasiswa UTND Medan Kumpulkan Rp 8,5 Juta di Hari Pertama: Dari Medan, Harapan Mengalir untuk Sumatera dan Aceh

DomaiNesia

Medan – Opung News : Di tengah hiruk-pikuk kendaraan Kota Medan, puluhan mahasiswa Universitas Tjut Nyak Dhien (UTND) berdiri di pinggir jalan. Tangan mereka menggenggam kotak donasi, wajah sebagian tampak letih diterpa panas, namun mata mereka menyimpan semangat: membawa harapan bagi Sumatra dan Aceh yang tengah dilanda musibah.

Langkah sederhana itu berbuah besar. Di hari pertama penggalangan dana, Satgas Bencana Alam Sumatra & Aceh berhasil mengumpulkan Rp 8.584.200. Bukan hanya angka, melainkan cerita tentang kebaikan yang menular dari satu hati ke hati lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh warga Medan yang berhenti sejenak, menyentuh kotak kami, dan menitipkan sebagian rezekinya,” ucap Tirta Harapan, Ketua Satgas, dengan suara bergetar penuh syukur. “Donasi ini bukan hanya bantuan materi, tetapi doa dan harapan bagi saudara-saudara kita.”

80 Mahasiswa, 8 Regu, Ribuan Doa

Menurut Fatmawati Halawa, Bendahara Satgas, penggalangan ini dilakukan oleh 8 kontingen dengan total 80 mahasiswa. Mereka turun ke berbagai titik, mengulurkan kotak donasi, menyapa warga dengan suara lirih namun tulus.

Ada regu yang hanya mengumpulkan ratusan ribu, ada yang menembus jutaan, tetapi semuanya bekerja dengan tujuan serupa: membantu mereka yang kini kesusahan.

“Ini bukan tentang siapa yang paling banyak mengumpulkan dana, tetapi tentang siapa yang paling tulus ingin menolong,” ujar Fatmawati.

Sumatra & Aceh: Di Ujung Perjuangan

Di beberapa wilayah Sumatra dan Aceh, warga masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup setelah bencana. Ada yang terpaksa menahan lapar, ada yang berharap pada bantuan logistik yang tak kunjung datang.

“Kita semua harus bersatu. Jika bukan kita yang bergerak atas dasar kesadaran hati, lalu siapa lagi? Mereka membutuhkan kita,” kata Asya, mahasiswi Fakultas Hukum yang ikut berdiri di persimpangan jalan. Suaranya tegas, namun sorot matanya menyiratkan empati.

Solidaritas Bukan Sekadar Aksi Sosial

Aksi ini bukan sekadar penggalangan dana. Ini adalah pengingat bahwa kemanusiaan tidak mati, bahwa mahasiswa masih menjadi pelita ketika gelap mulai tiba. Di tengah latihan akademik, mereka belajar hal yang paling penting: berdiri untuk sesama.

Di bawah panas matahari, mereka berkeringat; namun keringat itu bukan kelelahan, melainkan pengabdian. Di setiap lembar uang yang masuk ke kotak donasi, terselip harapan agar para korban bencana dapat bertahan, bernapas lebih lega, dan kembali bangkit.

Dari Medan, sebuah pesan dikirim ke Sumatra dan Aceh: kalian tidak sendirian.

Semoga langkah kecil ini membuka pintu-pintu keajaiban. Seperti air yang mengalir mencari muara, semoga kebaikan ini sampai ke tujuan, lalu tumbuh menjadi kekuatan besar bagi mereka yang sedang berjuang.(AKBAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *