Dinkes Medan Perkuat Kewaspadaan Influenza, 34 Kasus Terdeteksi hingga Oktober 2026

DomaiNesia

MEDAN, Opung News – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan memperkuat kewaspadaan terhadap penyebaran virus Influenza A dengan menerbitkan surat pemberitahuan kesiapsiagaan kepada seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Kota Medan.

Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan skrining pasien, edukasi masyarakat, pencegahan penularan, serta penguatan penanganan kasus di fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data kasus Influenza menurut varian spesifik periode 1 Januari hingga 2 Oktober 2026, tercatat sebanyak 34 kasus. Dari jumlah tersebut, 31 kasus merupakan Influenza A, terdiri atas 26 kasus H1pdm09 dan lima kasus H3.

Sementara itu, tiga kasus lainnya merupakan Influenza B varian Victoria.

Selain kasus Influenza, laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan juga menunjukkan adanya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah kerja Puskesmas di Kota Medan.

Tiga wilayah dengan jumlah laporan ISPA tertinggi yakni Puskesmas Rengas Pulau sebanyak 3.426 kasus, Puskesmas Medan Johor 3.322 kasus, dan Puskesmas Simalingkar 2.804 kasus.

Dinkes Medan menegaskan, angka tersebut merupakan jumlah kasus ISPA secara keseluruhan, bukan khusus Influenza A maupun Influenza B. Karena itu, tingginya laporan ISPA di suatu wilayah tidak dapat langsung diartikan sebagai tingginya kasus Influenza.

Terkait vaksinasi Influenza, Dinkes Medan belum memiliki data capaian vaksinasi pada anak maupun orang dewasa. Hal ini karena vaksin Influenza tidak termasuk dalam program imunisasi pemerintah.

Sementara itu, cakupan imunisasi tuberkulosis (TBC) pada anak menggunakan vaksin Bacillus Calmette–Guérin (BCG) hingga Agustus 2026 dilaporkan mencapai 45,6 persen.

Adapun vaksin TBC untuk orang dewasa dilaporkan belum tersedia berdasarkan informasi yang disampaikan Dinkes Medan.

Untuk imunisasi Human Papillomavirus (HPV) pada anak, data capaian belum tersedia karena pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang masih berlangsung.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes., menyampaikan bahwa kelompok lanjut usia, masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri perlu mendapat perhatian dalam upaya mengantisipasi penyebaran Influenza.

Ia juga mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Masyarakat yang mengalami gejala batuk atau pilek juga dianjurkan menggunakan masker. Jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Dengan tercatatnya 34 kasus Influenza berdasarkan varian spesifik hingga 2 Oktober 2026, pemantauan perkembangan kasus menjadi penting untuk mengidentifikasi kemungkinan perubahan pola penyebaran.
Dinkes Medan juga perlu memastikan pelaporan dari fasilitas kesehatan dilakukan secara konsisten dan diperbarui berkala.

Perbedaan periode pelaporan turut menjadi perhatian. Data hingga 2 Oktober 2026 mencatat 34 kasus Influenza berdasarkan varian spesifik, sedangkan data periode Januari hingga September 2026 sebelumnya mencatat 15 kasus Influenza A dan tiga kasus Influenza B.

Perbedaan angka tersebut perlu dilihat berdasarkan periode pemutakhiran dan mekanisme pelaporan yang digunakan agar tidak menimbulkan kesimpulan keliru.

Di sisi lain, cakupan imunisasi BCG sebesar 45,6 persen hingga Agustus 2026 masih membutuhkan evaluasi berdasarkan jumlah sasaran dan target capaian tahunan. Sementara itu, capaian imunisasi HPV baru dapat diketahui setelah pelaksanaan BIAS selesai.

Penguatan surveilans melalui SKDR, kesiapsiagaan Puskesmas dan rumah sakit, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan Influenza dan ISPA di Kota Medan.

Pemantauan berkala diperlukan agar setiap perubahan situasi epidemiologis dapat segera ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *