MEDAN, Opung News – Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjadi garda terdepan dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Zakiyuddin saat menghadiri Musyawarah Daerah sekaligus Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Sumatera Utara periode 2026–2031 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (9/9/2026).
Zakiyuddin menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus HKTI Sumut yang baru dilantik. Ia berharap organisasi tersebut mampu mengambil peran strategis dalam mendorong kemajuan pertanian dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani.
“HKTI diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan menghadirkan kemakmuran nyata bagi petani, khususnya di Sumatera Utara,” ujar Zakiyuddin.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Karena itu, Zakiyuddin mengajak pemerintah, HKTI, petani, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan bersama-sama membangun sektor pertanian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmir, Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding secara daring, Ketua DPD HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso, para kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Sumut, anggota DPRD Sumut, serta pengurus 32 DPC HKTI.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Sumut Surya juga mendorong HKTI memperkuat perannya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung terwujudnya swasembada pangan.
Menurut Surya, HKTI harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian. Terlebih, pertanian memiliki peran penting bagi perekonomian Sumatera Utara.
Sektor pertanian tercatat memberikan kontribusi sebesar 25,88 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut dan menyerap sekitar 2,42 juta tenaga kerja atau 35,43 persen dari total tenaga kerja.
Surya menyebut produksi padi Sumut pada Januari–September 2026 diperkirakan mencapai 1,96 juta ton gabah kering giling dengan luas panen sekitar 372.938 hektare. Sementara produksi jagung pada Januari–Juli 2026 mencapai sekitar 949 ribu ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan daerah yang berada di kisaran 875 ribu ton.
Namun, sejumlah komoditas pangan masih belum mampu memenuhi kebutuhan daerah. Produksi bawang merah baru memenuhi sekitar 63,8 persen kebutuhan, sedangkan bawang putih dan kedelai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Untuk itu, Surya mengajak HKTI mendorong peningkatan produksi pertanian melalui inovasi, perluasan budidaya, penguatan kelembagaan petani, serta pemanfaatan teknologi.
Sementara itu, Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding menekankan pentingnya penguatan organisasi dan regenerasi petani.
Pengembangan petani muda dan petani milenial, termasuk melalui program magang agribisnis, dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian.
Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmir mengatakan kekuatan organisasi berada pada struktur paling bawah, yakni kelompok tani. Karena itu, penguatan HKTI harus dilakukan dari akar rumput hingga tingkat desa.
Ketua DPD HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung program prioritas pembangunan pertanian.
Kolaborasi tersebut antara lain diarahkan pada pengembangan dan hilirisasi komoditas unggulan Sumut seperti kakao, kelapa, dan kopi.
Adapun pengurus DPD HKTI Sumut periode 2026–2031 yang dilantik yakni Gus Irawan Pasaribu sebagai Ketua, Muhammad Syah sebagai Sekretaris, dan Kamsir Aritonang sebagai Bendahara.( Red)






