Medan – Opung News : Pria gondrong bernama Rizkan Putra warga asal Takengon, Aceh Tengah, yang mengancam juru parkir dan akan mematahkan batang leher Walikota Medan, Bobby Nasution resmi berdamai, Selasa (10/5/2022).
Hal itu dikatakan Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda kepada wartawan.
“Jadi sesuai ketentuan dalam Perkap no 8 tahun 2021, ini sudah menjadi persyaratan formil perdamaian dari kedua belah pihak. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Walikota Medan yang sudah menginisiasi dan kami akan segera memproses (perdamaian) ini, kita proses penghentian penyidikan,” kata Kapolrestabes Kombes Valentino di Mapolrestabes Medan, Selasa (10/5/2022) sore.
Kapolrestabes mengatakan, sejak kejadian pada Sabtu 23 April 2022 itu, tersangka sehari setelah penangkapan dilakukan penahanan sampai dengan saat ini.
“Kemarin itu kita persangkakan terhadap tersangka dua pasal, yaitu pasal penganiyaan dan juga pengancaman,” sebutnya.
Saat disinggung berapa kali terjadi mediasi untuk menyelesaikan kasus ini sampai berdamai, Kapolrestabes menyebut tahapannya berproses dari mulai (pendekatan) pihak keluarga sampai dengan setelah lebaran Idul Fitri dan baru beberapa hari belakangan ini baru bisa tercapai keinginan untuk berdamai dari korban jukir e-parking, Anugerah.
Kemudian, ketika ditanya adakah tersangka dimintai uang, Kapolrestabes menyebut saat ini memang ada ketentuan untuk semacam ganti rugi di luar daripada polisi dan setelah ini akan berproses.
“Salah satu syarat formil ada nanti buat surat pernyataan. Kalau ada seperti itu (dimintai uang) itu terserah pada pihak pelapor. Tadi resmi sudah dicabut (laporan). Kita upayakan hari ini segala proses administrasinya selesai karena itu juga keinginan kita semua,” ungkapnya.
Sebelumnya, dalam video yang beredari dan viral di media sosial (medsos) terlihat awalnya petugas e-parking, Anugerah meminta agar uang parkir dibayar dengan sistem elektronik, bukan tunai. Namun, pengemudi mobil (tersangka) menolak.
“Lagi pula kita memang disuruh parkir begitu (e-parking),” ujar korban.
Tak terima dengan perkataan korban, pengemudi mobil itu langsung marah dan membentak petugas e-parking.
“Suruh panggilan bos kau kemari,” kata tersangka.”Ini yang nyuruh Pak Bobby,” jawab korban lagi.
Namun, pengemudi mobil itu langsung meminta agar petugas e-parking memanggil Bobby Nasution. Dia bahkan mengancam akan mematahkan leher menantu Presiden Joko Widodo itu.
“Kau panggil Pak Bobby itu kemari, biar kupatahkan batang leher Pak Bobby itu sekalian. Mau kau? Atau kau aja ku patahkan batang leher kau mau,” bentaknya.
Berselang beberapa hari setelah ditangkap, tersangka Rizkan yang berseteru dengan petugas e-parking dihadirkan di Mapolrestabes Medan, Senin (24/5/2022).
Tersangka menceritakan kronologi kasus yang menjeratnya di hadapan Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak dan Bobby Nasution, saat paparan di Mapolrestabes Medan.
Tersangka membantah informasi bahwa dirinya tidak mau membayar parkir, namun dia mengatakan parkir itu sudah dibayarnya dengan tunai, bukan dengan elektronik.
“Tapi Pak, saya bukannya tidak mau bayar parkir, saya mau bayar parkir karena saya maunya cash,” ujarnya.
Dia bahkan mengatakan sebelum terlibat cekcok dengan petugas e-parking, dirinya sudah memberikan uang tunai Rp 5000 sebagai uang parkir kepada petugas. Namun, setelah uang itu diberikan, petugas e-parking malah kembali meminta agar dirinya membayar uang parkir dengan sistem elektronik.
“Saya inisiatif bayar dengan cash. Lalu, si tukang parkir ini bilang boleh bayar cash tapi dia minta Rp. 5000 karena dia minta yaudah saya kasih dari pada pakai e-toll. Habis itu, beberapa menit lagi dia minta kartu e-toll, Pak. Jadi, saya bukan gak mau bayar,” jelasnya.
Tersangka bahkan menyebut pelaku sempat dengan lancang memasukkan tangannya ke dashboard mobilnya. Hal itu pun langsung membuat dirinya naik pitam karena merasa petugas e-parking tidak sopan kepadanya.
“Karena saya takut, Pak, karena waktu itu (pas kejadian), tangannya masuk ke dalam dashboard mobil saya langsung, dia tidak ada sopannya,” kata tersangka.
“Tak ada (bilang) assalamualaikum, tak ada menyapa langsung minta kartu e-toll, karena yang saya tahu kartu e-toll bisa terkuras saldonya makanya saya tidak berani,” sambungnya.
Baca Juga : Dihadapan Bobby Nasution, Riskan Putra Minta Maaf
Pelaku yang merupakan warga Takengon, Aceh Tengah itu mengaku tidak mengenal Bobby Nasution. Dia mengira Bobby yang disebut oleh petugas parkir itu adalah nama preman yang mengurusi parkir di daerah tersebut.
“Sebelumnya, saya tidak tahu yang namanya Pak Bobby. Dalam benak saya, Pak Bobby yang saya kira preman. Sampai saya mau ngancam dia (petugas) sebenarnya kami takut karena kami pendatang. Saya takut dia panggil bosnya, kami dikeroyok,” ungkapnya.
Meski begitu, pelaku mengakui perbuatannya. Dia turut mengucapkan permintaan maaf kepada petugas e-parking. Selain itu, dia juga meminta maaf kepada Bobby Nasution karena sempat mengancam akan mematahkan lehernya.
“Saya merasa bersalah, karena saya tidak tau. Saya mengucapkan maaf sebesar besarnya, saya bukan bermaksud menghina Wali Kota. Saya tahu Pak Bobby setelah kejadian ini,” terangnya. (Mp)






