BINJAI, Opung News — Forum Silaturahmi dan Komunikasi Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (FOSIL BKMI) Kota Binjai resmi terbentuk setelah digelarnya rapat bersama antara penerima mandat pembentukan kepengurusan dengan DPW FOSIL BKMI Sumatera Utara, Minggu (27/9/2026).
Dalam rapat tersebut, secara aklamasi disepakati Tengku Kamarul Zaman sebagai Ketua FOSIL BKMI Kota Binjai.
Sementara Ariffani, SH, MH dipercaya sebagai Sekretaris dan Antasari, SH sebagai Bendahara.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan kelembagaan, pengelolaan wakaf, pembinaan Badan Kemakmuran Masjid (BKM), serta upaya mendorong pengelolaan masjid secara profesional di Kota Binjai.
Lukman Hakim, SE, mengatakan pembentukan kepengurusan di Kota Binjai penting untuk mempercepat pelaksanaan program FOSIL BKMI di Sumut.
Menurutnya, pembentukan FOSIL BKMI Kota Binjai juga berkaitan dengan hasil audiensi dengan Wali Kota Binjai H. Amir Hamzah. Dalam pertemuan tersebut, FOSIL diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat pengurusan akta wakaf serta meningkatkan kapasitas BKM.
“Kami berharap FOSIL dapat membantu melatih BKM di Kota Binjai agar mampu melakukan pengelolaan masjid secara baik, efektif dan profesional,” ujar Lukman.
Sekretaris FOSIL BKMI Kota Binjai, Ariffani, SH, MH, mengatakan pembentukan organisasi tersebut tidak terlepas dari rangkaian pembahasan mengenai kondisi Masjid Raya Binjai.
Sebelum menerima mandat, Ariffani bersama sejumlah tokoh yang memiliki perhatian terhadap Masjid Raya Binjai telah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas kondisi kepengurusan kenaziran masjid tersebut.
Menurut Ariffani, saat ini kepengurusan kenaziran Masjid Raya Binjai memerlukan pembenahan karena hanya tersisa satu orang pengurus yang masih aktif.
“Kami telah melakukan beberapa kegiatan di Kota Binjai, antara lain bertemu dengan KUA Kecamatan Binjai, audiensi dengan BWI Sumatera Utara, serta bertemu dengan Nazir Masjid Raya Binjai. Dari proses tersebut kami memperoleh dokumen berupa Sertifikat Hak Wakaf dan Ikrar Wakaf Pengganti,” kata Ariffani.
Ia mengatakan, dari rangkaian pertemuan tersebut muncul kebutuhan akan sebuah wadah yang dapat membantu menangani persoalan wakaf dan pengelolaan masjid secara terorganisasi.
“Karena itu, kami berkesimpulan bahwa untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan wakaf dan pengelolaan masjid, perlu dibentuk FOSIL BKMI Kota Binjai,” ujar Ariffani yang juga berprofesi sebagai advokat.
Pemko Binjai Dukung Sekretariat
Dalam rapat juga disampaikan hasil audiensi antara FOSIL BKMI Sumatera Utara dan penerima mandat pembentukan FOSIL BKMI Kota Binjai dengan Pemerintah Kota Binjai.
Wali Kota Binjai H. Amir Hamzah disebut memberikan dukungan berupa fasilitas sekretariat FOSIL BKMI Kota Binjai di Gedung MTQ Binjai.
Pemko Binjai juga disebut mendukung program percepatan pengurusan wakaf masjid serta pelatihan manajemen pengelolaan masjid secara profesional.
Ketua FOSIL BKMI Kota Binjai, Tengku Kamarul Zaman, mengatakan program FOSIL BKMI Sumatera Utara sejalan dengan perhatian Zuriat Kesultanan Langkat di Binjai, khususnya dalam mendorong pembenahan kenaziran masjid.
“Kami senang dengan program FOSIL BKMI Sumut karena sejalan dengan visi dan misi Zuriat Kesultanan Langkat. Kami ingin agar kenaziran masjid, khususnya Masjid Raya Binjai, dapat dibentuk dan dikelola secara profesional,” ujarnya.
Ia juga menyebut Masjid Raya Binjai memiliki keterkaitan dengan sejarah Kesultanan Langkat.
“Masjid Raya Binjai adalah bagian dari sejarah Kesultanan Langkat. Karena itu kami meminta kepada Pemko Binjai agar hal tersebut dapat direalisasikan dan menjadi perhatian bersama,” katanya.
Didorong Bangun Usaha Produktif
Perwakilan FOSIL BKMI Pusat, H. Joidi, SE, mengingatkan pentingnya membangun usaha ekonomi produktif untuk mendukung keberlangsungan program organisasi.
“FOSIL BKMI harus memiliki usaha ekonomi produktif untuk menopang programnya. Kalau tidak, program FOSIL tidak akan bisa berjalan,” tegasnya.
Ia mencontohkan program Wakaf Sawah FOSIL BKMI Medan Denai yang telah beberapa kali melakukan panen dan hasilnya dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Ini salah satu bentuk usaha produktif. Kalau bisa, Binjai juga membangun program seperti itu,” ujarnya.
Pengurus Dikukuhkan Secara Simbolis
Rapat kemudian ditutup dengan pemasangan pin FOSIL BKMI secara simbolis kepada pengurus FOSIL BKMI Kota Binjai, yakni:
Ketua: Tengku Kamarul Zaman
Sekretaris: Ariffani, SH, MH
Bendahara: Antasari, SH
Ketua FOSIL BKMI Sumatera Utara, H. Syahlan Zuhri Nasution, berharap terbentuknya kepengurusan tersebut segera diikuti dengan program nyata.
“Kami berharap dengan terbentuknya kepengurusan FOSIL BKMI Binjai ini, gerak dan langkah program nyata harus segera dilakukan. Kota Binjai beruntung mendapatkan dukungan dari Bapak H. Amir Hamzah selaku Wali Kota Binjai. Dukungan ini harus diterima secara positif dan aktif, jangan disia-siakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyempurnaan struktur kepengurusan dapat dilakukan secara bertahap dan tidak seharusnya menghambat pelaksanaan program.
“Kalau soal kepengurusan nanti perlu diperbaiki, tentu bisa diperbaiki. Akan tetapi jangan sampai menjadi kendala untuk berbuat dan membangun masjid yang baik serta profesional,” katanya.( Red)






