Hukum  

Dugaan Korupsi UINSU, Irfan Raditya Ditangkap di Banten

Mantan pemain Timnas Indonesia U-20, IR (baju kaus abu-abu), saat ditangkap di Banten.
DomaiNesia

Medan– Opung News : Diduga terlibat korupsi rehabilitasi tembok pagar di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara( UINSU) Irfan Raditya mantan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-20 tahun 2005 ditangkap Tim Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Pancur Batu di Kota Tangerang, Banten.

Kepala Cabjari Deli Serdang di Pancur Batu, Yus Iman Mawardin Harefa, mengatakan dalam melakukan penangkapan itu pihaknya dibantu oleh Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan (Tangsel).

“Kami Tim Cabjari Pancur Batu dibantu Tim Intelijen Kejari Tangsel mengamankan penyedia pekerjaan pembuatan gapura UIN SU atas nama IR,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/10/24) sore.

Lanjut Yus, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan sebagai saksi di Kejari Tangsel, selanjutnya IR ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

IR yang juga mantan pemain sepak bola Arema Malang (sekarang Arema FC) dan PSDS Deli Serdang itu ditangkap di kediamannya saat tengah bersantai.

“(Tersangka) mantan (pemain) Timnas sepak bola (Indonesia). (Ditangkap saat) sedang santai di rumahnya di Tangerang, kita bawa langsung di Kejari Tangsel untuk diperiksa,” jelas Yus.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kini tim Cabjari Deli Serdang di Pancur Batu membawa tersangka menuju Kota Medan untuk diproses lebih lanjut. Dikatakan Yus, saat dilakukan penangkapan, tersangka kooperatif atau tidak ada melakukan perlawanan.

“Tidak ada (perlawanan saat ditangkap), kooperatif. Sekarang kami di Bandara Soekarno–Hatta menuju Bandara Kualanamu,” sebutnya.

Dalam kasus ini, IR merupakan tersangka baru. Sebelumnya Jaksa telah menetapkan lima tersangka yang kini telah menjadi terdakwa. Sebab, kelimanya saat ini sedang diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Kelima terdakwa yang dimaksud di antaranya, yaitu Zainul Fuad (57) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Irwansyah (54) sebagai Agen Pengadaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).

Kemudian, ada Surbakti (46) sebagai Konsultan Perencana dan Pengawas, Mulyadi (40) sebagai pelaksana pekerjaan rehabilitasi pagar, dan Muhammad Yusuf (39) sebagai seseorang yang menyiapkan perusahaan Konsultan Pengawas dan Perencana untuk kedua pekerjaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Cabjari Deli Serdang di Pancur Batu mendakwa kelimanya telah melakukan korupsi secara bersama-sama yang mengakibatkan keuangan negara merugi sebesar Rp795 juta lebih. (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *