Dihadapan Bobby Nasution, Riskan Putra Minta Maaf

Rizkan Putra dihadapan Kapoldasu Panca Putra dan Bobby Nasution(lip6)
DomaiNesia

Medan – Opungnews : Pemuda bernama Rizkan Putra yang tidak mau membayar parkir elektronik di Kota Medan, Sumut, dan mengancam mematahkan leher juru parkir dan Wali Kota Medan Bobby Nasution akhirnya buka suara.

Rizkan mengakui kesalahannya karena telah berkata kasar ke juru parkir. Dia pun menyampaikan permohonan maafnya di hadapan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra, Wali Kota Medan Bobby Nasution hingga Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Taredefa.

“Saya minta maaf sebesar besarnya khususnya ke Pak Bobby, khususnya tukang parkiran, karena saya sudah berkata kasar,” kata Rizkan di Mapolrestabes Medan, Senin (25/4) sore.

Rizkan mengaku awalnya tidak mengetahui sistem pembayaran parkir di Kota Medan menggunakan elektronik parkir atau bisa menggunakan fasilitas E-Tol. Dia juga menuding tukang parkir tidak sopan.

“Waktu itu tangannya masuk ke dalam dashboard mobil saya, dia tidak ada sopannya. Enggak ada assalamualaikum, enggak ada sapa sapa langsung, minta kartu E Tol, karena yang saya tahu Kartu E-Tol bisa terkuras saldonya, makanya saya tidak berani,” ujar Rizkan

Lebih lanjut Rizkan menuturkan, saat itu dia sudah sepakat dengan juru parkir membayar Rp 5 ribu dan tak menggunakan parkir elektronik. Namun, tiba-tiba juru parkir itu meminta parkir dibayar secara elektronik. Hal itulah yang membuatnya emosi.

“Habis itu beberapa menit lagi, dia minta kartu E-Tol. Pak, jadi saya bukan enggak mau bayar. Karena dia minta lagi E-Tol. Makanya ribut,” rinci Rizkan.

Rizkan menyangka Bobby merupakan sosok preman

Rizkan mengaku bahwa sama sekali tidak ada niat untuk mengancam Wali Kota Medan Bobby Nasution. Dia mengira sosok Bobby yang disebutkan juru parkir merupakan seorang preman.

“Satu lagi yang mau saya sampaikan, saya sebelumnya tidak tahu yang namanya pak Bobby, jadi dalam benak saya, Pak Bobby yang saya kira, preman makanya kami takut,” ungkap Rizkan

Mendengar hal itu Wali Kota Medan pun bilang telah memaafkan, tetapi ia menyayangkan tindakan kurang baik yang dialami oleh jukir E-Parking yang sedang bertugas.

“Sebelum minta maaf pun ya saya sudah maafkan. Cuma yang kita sayangkan adalah aksi kurang terpuji kepada Jukir kita yang sedang bertugas,” kata Bobby.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Panca mengaku akan mengecek lagi pernyataan Rizkan.

Menurutnya, Rizkan bisa menyelesaikan persoalan ini dengan prosedur yang berlaku. Tanpa harus melakukan tindakan pidana.

“Saudara harus mempertanggung jawabkan apa yang saudara lakukan,” ujar Panca.

Panca meminta, Rizkan bisa mengadukan ke pemerintah daerah setempat bila ada tindakan yang semena-mena. Bukan malah bertindak semena-mena.

“Bisa lapor ke polisi, bisa lapor ke Pemda ini (parkir) saya diminta lagi (atau 2 kali), gitu harusnya, bukan emosi gitu saudara jepit tangannya, jalankan mobil,”ujar Panca

Rizkan pun mengakui kesalahannya di depan Panca.

“Saya salah pak,” jawab Rizkan.

Rizkan sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir.

“Sudah (ditetapkan sebagai tersangka),” ujar Fathir kepada Kumparan,

Namun dia belum merinci pasal yang dikenakan kepada Rizkan.

Kasus ini bermula dari viral video yang menunjukkan pelaku cekcok dengan petugas parkir elektronik parkir pada Sabtu (23/4).

Pengemudi mobil itu tidak mau membayar uang parkir dengan sistem elektronik.

Pelaku itu bahkan mengancam akan mematahkan leher petugas parkir dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

“Kau panggil bos kau kemari, kau panggil Pak Bobby itu kemari, biar kupatahkan batang leher Pak Bobby itu sekalian, mau kau? Atau kau mau batang leher kau aja yang kupatahkan,” ujar laki-laki itu. (Kump/Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *