MEDAN, Opung News – Cara masyarakat Sumatera Utara dalam memesan tiket kereta api terus mengalami perubahan. Seiring berkembangnya layanan digital, pelanggan kini semakin terbiasa merencanakan perjalanan melalui ponsel pintar tanpa harus datang dan mengantre di loket stasiun.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 1.495.795 pelanggan menggunakan aplikasi Access by KAI untuk melakukan pemesanan tiket.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari total 1.857.108 pelanggan yang dilayani KAI Divre I Sumut selama periode tersebut.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan penggunaan layanan digital tersebut sejalan dengan komitmen KAI untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.
“Sejak pertama kali aplikasi ini hadir dengan nama KAI Access pada 2014 dan kemudian terus berkembang menjadi Access by KAI seperti sekarang, peminat dan penggunanya terus bertambah seiring dengan berbagai fitur dan kemudahan yang dihadirkan,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Melalui Access by KAI, pelanggan dapat melakukan berbagai kebutuhan perjalanan secara praktis, mulai dari membeli tiket, melihat jadwal perjalanan, memilih tempat duduk, memperoleh informasi perjalanan, menggunakan fitur Trip Planner, hingga mengakses berbagai layanan pendukung lainnya.
Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur female seat map yang memungkinkan pelanggan perempuan memilih tempat duduk dengan penanda warna berbeda. Fitur ini dihadirkan untuk meningkatkan rasa aman serta mengantisipasi potensi tindak kejahatan seksual selama perjalanan.
Selain itu, terdapat fitur live tracking yang memungkinkan pelanggan memantau posisi terkini kereta api sehingga dapat mengatur kelanjutan perjalanan dengan lebih akurat.
“Digitalisasi tidak lagi berhenti pada pemindahan loket ke layar ponsel, tetapi mulai mengubah keseluruhan proses perjalanan pelanggan. Bagi pelanggan, perubahan tersebut membuat proses merencanakan perjalanan dapat dilakukan sebelum berangkat ke stasiun,” jelas Anwar.
Menurutnya, berbagai kemudahan tersebut membuat pelanggan tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengantre di stasiun.
Pengelolaan tiket, termasuk perubahan jadwal perjalanan atau reschedule maupun pembatalan perjalanan, juga dapat dilakukan langsung melalui aplikasi.
Tetap Sediakan Layanan Konvensional
Meski layanan digital semakin mendominasi, KAI Divre I Sumut tetap menyediakan sejumlah saluran pemesanan tiket alternatif sebagai bagian dari pelayanan yang inklusif.
Layanan tersebut meliputi Loket Box yang tersebar di 28 stasiun, situs resmi booking.kai.id, Contact Center 121, serta mitra penjualan resmi lainnya.
“Kami juga masih menyediakan loket di 15 stasiun. Dalam delapan bulan terakhir 2026, layanan tersebut masih digunakan oleh 160.398 pelanggan. Jumlah itu sekitar 9 persen dari total pelanggan kereta api pada periode tersebut,” kata Anwar.
Memasuki usia ke-81 tahun, KAI Divre I Sumut menyatakan akan terus melakukan inovasi dan menyesuaikan layanan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
“Transformasi digital KAI bukan semata memindahkan transaksi dari loket ke aplikasi, tetapi mengubah cara masyarakat merencanakan, membeli, menjalani, dan mengelola perjalanan kereta api,” ujarnya.
“Di usia ke-81 tahun perkeretaapian ini, KAI Divre I Sumut akan terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi layanan agar kereta api selalu relevan, inklusif, dan menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat Sumatera Utara,” pungkas Anwar. ( Red)






