MEDAN, Opung News – Forum kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) kembali bergairah di Sumatera Utara (Sumut).
Penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Kota Medan dinilai menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali diplomasi ekonomi dan kerja sama regional di Sumut.
Tokoh masyarakat sekaligus sesepuh birokrat Sumut, RE Nainggolan, memberikan apresiasi kepada Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang dinilainya memiliki peran penting dalam menghadirkan kembali forum internasional tersebut ke Sumut.
Menurut RE Nainggolan, penyelenggaraan IMT-GT ke-32 di Medan menunjukkan bahwa Sumut kembali diperhitungkan dalam kerja sama ekonomi kawasan.
“Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Bobby Nasution. Peran sentral, dedikasi, dan visi internasional beliau telah berhasil meyakinkan negara-negara tetangga sehingga event besar ini bisa terwujud dengan sukses di Medan,” ujar RE Nainggolan di Medan, Rabu (9/9/2026).
Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut periode 2008–2010 itu menilai, dalam beberapa tahun terakhir, gaung kerja sama IMT-GT di Sumut sempat meredup. Padahal, menurutnya, posisi Sumut sangat strategis, baik secara geografis maupun ekonomi, dalam kawasan pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand.
“Jujur harus kita akui, event ini sudah sekian lama seperti hilang dari peredaran di daerah kita. Padahal, Sumut memiliki posisi geopolitik dan geoekonomi yang luar biasa strategis dalam segitiga pertumbuhan ini,” katanya.
RE Nainggolan menilai kepemimpinan Bobby Nasution berhasil menghidupkan kembali semangat kerja sama regional tersebut.
“Di tangan dingin Pak Bobby, marwah kerja sama regional ini berhasil dihidupkan kembali, atau dalam istilah sekarang kembali menyala,” ujarnya.
Tokoh yang pernah menjabat Bupati Tapanuli Utara dan Kepala Bappeda Sumut itu juga menilai keberhasilan membawa kembali forum IMT-GT ke Sumut bukanlah sebuah kebetulan.
Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari pola kerja Bobby Nasution yang dinilai cepat, dinamis dan responsif sejak dipercaya memimpin Sumut.
“Sebagai orang yang lama di birokrasi, saya melihat ada ritme kerja yang dinamis, taktis, dan responsif. Gerak cepat sejak hari pertama menjabat telah membawa banyak perubahan fundamental,” katanya.
Ia juga menyoroti kemampuan Bobby dalam membangun komunikasi lintas sektor serta mendorong percepatan eksekusi program di lapangan.
“Komunikasi lintas sektor dan kemampuan eksekusi yang kuat di lapangan adalah kunci mengapa Sumut kini kembali diperhitungkan di kancah regional,” tambahnya.
RE Nainggolan kemudian menyinggung pentingnya kolaborasi antardaerah dalam mendukung pembangunan.
Menurutnya, konsep tersebut memiliki relevansi kuat dengan kiprah Bobby Nasution dalam mendorong kerja sama antardaerah.
Ia menyebut tema kerja sama antardaerah juga menjadi bagian dari disertasi program doktoral Bobby Nasution di Universitas Sumatera Utara (USU).
“Dalam berbagai kesempatan selalu saya sampaikan, tak ada keberhasilan pembangunan tanpa kerja sama antardaerah karena banyak persoalan memang hanya bisa diatasi dengan kerja sama dan koordinasi yang baik. Atau dalam jargon Pak Gubsu, kolaborasi,” ujarnya.
Ia mengibaratkan pentingnya keselarasan tersebut seperti dalam tarian atau tortor. Menurutnya, gerakan para penari harus dilakukan secara bersama dan seirama agar menghasilkan penampilan yang baik.
“Bahkan dalam menari atau manortor, kalau para penari tidak mampu bergerak seirama, hasilnya pasti tidak sedap dilihat. Apalagi dalam pembangunan dan upaya meningkatkan pelayanan publik,” katanya.
RE Nainggolan berharap hasil-hasil yang dicapai dalam Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 tidak berhenti pada forum dan kesepakatan semata.
Ia mendorong agar berbagai kesepakatan ekonomi, termasuk sinergi bersama 10 gubernur se-Sumatera, segera ditindaklanjuti melalui program konkret.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kesepakatan-kesepakatan tersebut segera diimplementasikan,” katanya.
Menurutnya, implementasi kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara.
(Red)






