Medan – Opungnews : Polisi akhirnya berhasil menangkap semua anggota geng motor yang terlibat pembunuhan seorang pria bernama Retno (36) di depan anak dan istrinya. Insiden itu terjadi di Medan, Rabu (21/4).
Kapolres Belawan, AKBP Faisal Ramhat mengatakan, total ada 8 pelaku yang berhasil diamankan. Merekalah yang membunuh korban di depan anak dan istrinya.
“Kita sudah menangkap 8 orang tersangka, langsung pada hari kejadian itu juga,” kata AKBP Faisal Rahmat Husein, Senin (25/4).
Faisal belum merinci identitas pelaku. Dia menyebut, dari seluruh pelaku 7 di antaranya masih di bawah umur.
“Kurang lebih 7 orang (pelaku dibawah umur),”ujar Faisal.
Dari tangan pelaku juga diamankan sejumlah barang bukti, mulai dari 4 sepeda motor, celurit hingga baju yang dikenakan pelaku saat menghabisi korbannya.
Atas perbuatannya, kata Faisal, para tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana. Terkait status pelaku yang masih di bawah umur, Faisal juga menjelaskan pihaknya akan menggunakan prosedur undang-undang anak dalam menangani kasus ini.
“Untuk tersangka di bawah umur, tentu kita tetap mematuhi aturan-aturan yang berlaku ataupun aturan yang sudah ditetapkan di undang-undang peradilan anak,” ungkap Faisal.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, insiden pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Yos Sudarso, Simpang Kantor, Kota Medan. Saat itu korban bersama anak dan istrinya mengendarai motor hendak meminum jamu.
Tanpa sebab, pelaku memepet korban hingga terjadi ketegangan.
“Pada saat korban melintas simpang Titi Papan arah ke Martubung, korban dipepet oleh beberapa unit sepeda motor yang berboncengan,” kata Hadi lewat keterangannya, Kamis (21/4).
“Kemudian korban membalas dengan mengucapkan ‘apa kau’. Kemudian langsung mengebut sepeda motornya sampai ke simpang kantor. Kemudian korban berhenti di simpang kantor dan meminum jamu,” sambungnya.
Hadi menuturkan, usai memepet korban para pelaku pergi dan meminta bantuan ke anggota geng motor lainnya. Sedangkan korban menikmati minum jamu bersama keluarganya.
Setelah korban selesai minum jamu, para pelaku lalu mengikuti korban dari belakang. Setibanya di lokasi kejadian, pelaku kembali memepet korban hingga terjatuh. Saat itulah, korban dianiaya pelaku menggunakan senjata tajam.
Hadi menuturkan, usai memepet korban para pelaku pergi dan meminta bantuan ke anggota geng motor lainnya. Sedangkan korban menikmati minum jamu bersama keluarganya.
Setelah korban selesai minum jamu, para pelaku lalu mengikuti korban dari belakang.
Setibanya di lokasi kejadian, pelaku kembali memepet korban hingga terjatuh. Saat itulah, korban dianiaya pelaku menggunakan senjata tajam. (kump)






